Penginapan Murah di Kuta Bali & Tips Perjalanan

December 25th, 2006 by bruyant76
 

Bila anda lelaki yang “Super PD” anda
dapat “berkencan” dengan gadis-gadis bule nya. Biasanya cewek-cewek bule datang
ke Bali sendirian dan mengharapkan bertemu dengan cowok local. “I dunno why,
most of them like dark skin though”!

Mengingat banyak sekali pertanyaan tentang penginapan
murah meriah di Bali khususnya di daerah Legian Kuta, itinerary,
dan tempat-tempat yang menarik yang dapat dikunjungi di Bali. Saya menulis
kembali dan menggabungkan beberapa jawaban saya dari pertanyaan dari blog saya
sebelumnya tentang Tips
Tiba di Bali pada malam hari

Penginapan Murah

Kuta2
Bila gaya perjalanan anda sebagai backpacker, maka
penginapan ini sangatlah cocok. Selain memang tujuannya menekan biaya perjalanan
serendah-rendahnya juga ada pertimbangan kenapa harus tinggal di hotel mewah nan
mahal karena sebagian besar waktu kita ada di luar hotel (jalan-jalan
maksudnya), baca selengkapnya..

My new blog, please visit

November 16th, 2006 by bruyant76

It’s been almost 3 months I didn’t write any words on friendster’s blog, since I established my new blog on another site. Due to the limitation of facilities and tools, I moved my blog to more accomodating site wordpress.com.

Those who is interested in exploring my thoughts and experiences, please visit my update blog on:   Ikman Punya Cerita  all of you may share your comments and invite back to your own blog.

Cheer up guys

Ikman

Bedol Desa (Baca : Transmigrasi)

August 31st, 2006 by bruyant76

Di karenakan ada keterbatasan fasilitas di blog.friendster, terhitung hari ini saya menyatakan "Bedol Desa" alias Transmigrasi dari kota Friendster ke Desa blogspot

Untuk melihat curahan hari saya (baca: blog) dapat di lihat di

http://ikman.blogspot.com

Atas perhatian teman-teman saya ucapkan terimakasih

Pengalaman Pertama Naik Pesawat Air Asia

July 31st, 2006 by bruyant76

Airasia

 “Perhatian perhatian, para penumpang pesawat
Airasia No. QZ7525 tujuan Jakarta diharap segera menujuh gerbang 1, terima
kasih”.

Serta merta semua calon penumpang pesawat ini
bersegera menuju ke gerbang yang dimaksud, yach layaknya seperti naik bus di
terminal, tidak ada nomor seat pada boarding pas, sehingga siapa duluan masuk
pesawat dapat memilih tempat duduk sesuka hati. Saya tanya ke seorang calon
penumpang, “Pak nanti mao duduk dimana?”, “Wah saya pasti mao duduk di depan
donk” jawab si bapak pasti. “Lho kok didepan pak? Saya justru mao pilih duduk paling
belakang, karena disemua kecelakaan yang selamat pasti yang duduk paling
belakang”,
Si bapak :??^#$^)_&@#$#^??*@#&$.


Cuaca Buruk

Waktu itu jam
17.50, 28 Juli 2006, waktu saya memasuki ruang tunggu Bandara Minangkabau
Padang, untuk segera memasuki pesawat. Kebetulan agen langganan saya memberikan
tiket Airasia, karena penerbangan pesawat ini adalah the last flight ke Jakarta
hari itu. Airasia..? tentunya saya masih bertanya-tanya kenapa kok Airasia.
Tapi yach sudahlah! Yang penting saya malam ini sudah ada di rumah setelah
hampir satu minggu berada di Padang untuk kepentingan bisnis.

Sewaktu saya
menuju bandara cuaca lagi hujan dan berkabut. Teman saya yang mengantar
berkata, “Wah pak saat yang buruk untuk naik pesawat, banyak awan hitam di
langit”. “Yach mudah-mudahan cuaca membaik sebentar lagi” jawab saya penuh
harap.

 

Pesawat dialihkan ke Medan

Setelah menunggu
hampir satu jam di ruang tunggu, terdengar pengumuman bahwa 2 pesawat dari
Jakarta yang seharusnya tiba di Padang dialihkan dan mendarat di Medan, karena
pilot tidak dapat melihat landasan. Sedangkan pesawat Mandala yang harusnya
take off dari Bandara Minangkabau pada jam 18.00 membatalkan takeoff karena
kabut semakin tebal, dan ketinggian air di landasan pacu melebihi batas yang
diijinkan.

Setelah menunggu
3 jam, akhirnya pada jam 21.15 Pesawat Air Asia yang ditunggu mendarat di
bandara Minangkabau.

 

Konsep LCC (Low Cost
Carrier)

Air Asia adalah
maskapai pertama di Indonesia yang mengusung konsep LCC atau Low Cost Carrier. Dimana manajemen
maskapai menerapkan kebijaksaaan untuk menekan biaya operasional dan dampaknya
akan menurunkan harga tiket. Waktu itu harga tiket Padang- Jakarta hanya Rp.
317 ribu. Dibandingkan dengan ongkos bis antar kota dengan tujuan yang sama,
mungkin harganya tidak jauh berbeda. Beberapa faktor yang dapat menurunkan biaya
adalah: Sedikitnya jumlah pramugari, jika pada maskapai lain dengan jenis
pesawat yang sama, Air Asia mempunyai kabin kru yang sedikit, hanya 2 pilot dan
3 orang pramugari untuk pesawat Boeing 737-400 dengan kapasitas 140 tempat
duduk. Lain halnya dengan maskapai lain yang mempunyai 5-7 pramugari dalam satu
pesawat. Lebih-lebih Lion Air, kadang pramugarinya banyak sekali, tapi
kebanyakan hanya nampang doang, kerjanya minus, dengan penumpang agak kurang
senyum,  biasa cewek cantik belagu.

Snack dan
beraneka makanan dan minuman di dalam pesawat dijual seperti halnya di darat.
Pramugari akan menjajakan makanan dan minuman dengan harga tertentu. Jadi kalau
dulu kita beranggapan makan minum di pesawat itu gratis, maka di Air Asia
jangan berharap dech..

No seat number,
Di boarding pass tidak tertulis nomor
kursi dimana kita harus duduk tidak seperti maskapai lain yang telah menentukan
dimana anda harus duduk. Kebijaksanaan ini beralasan untuk mengurangi jumlah Ground Staffs yang mengatur check in,
boarding pass dan luggage. Jadi suasananya seperti di kereta api atau bus di
terminal, pada saat masuk terjadi desak-desakan siapa yang paling cepat masuk
ke pesawat. Ada satu hal yang aneh, kalau di bus orang-orang berebut agar bisa
duduk di depan dekat sopir dengan alasan bisa melihat pemandangan di luar,
tetapi kalau di Air Asia, justru orang-orang bersegera masuk pesawat agar dapat
duduk di deretan kursi paling belakang. Wajar bila demikian, karena hampir
semua kecelakaan, yang selamat biasanya duduk di deretan kursi paling belakang.

Tapi justru
karena tidak ditentukan nomor tempat duduk, proses pengisian penumpang menjadi
lebih cepat karena tidak ada penumpang yang salah tempat duduk.

 

Terbang Mulus

Pesawat Air Asia
yang saya tumpangi kali ini lumayan tidak tua seperti maskapai swasta
Indonesia lainnya. Paling tidak jumlah kursi tidak dikurang atau ditambah.
Kondisi Interior pesawat juga tidak mengecewakan. Saya tidak bisa mengatakan
bahwa semua pesawat Air Asia bagus, karena saya baru kali ini menggunakan jasa
maskapai aliansi antara Malaysia dan Indonesia ini. Untuk lebih detail dapat
melihat tulisan saya tentang kondisi
dan umur pesawat maskapai swasta Indonesia.

Ketika pesawat
kita take off, hujan masih rintik-rintik tetapi langit cerah dan kabut telah
turun. Alhamdulillah penerbangan
malam itu tidak se-frightening
sebelumnya dan justru berjalan dengan mulus tanpa goncangan yang berarti.
Mungkin malam itu langit cerah setelah hujan turun dengan lebatnya. Setelah
terbang selama hampir 1 ½ jam, kita mendarat di Bandara Soekarna Hatta Jakarta.
Tak lupa sebelum keluar dari pesawat saya hidupkan HP dan mengirim sms di
keluarga di rumah bahwa saya sudah tiba dengan selamat di Jakarta
:)

Merasa amankan Anda? ( Do you feel secured?)

July 30th, 2006 by bruyant76

“ Apa saya mempunyai uang bila saya sakit?, bagaimana dengan cicilan rumah saya yang tinggal 8 tahun lagi bila saya tiba-tiba di PHK oleh kantor? Bagaimana jika saya (paling apes) meninggal? Apa istri dan anak-anak saya dapat meneruskan hidup mereka? “

Rasa was-was

Saya yakin pertanyaan-pertanyaan di atas selalu ada di kepala setiap orang khususnya pegawai swasta seperti saya. Rasa was-was itu selalu ada di benak saya setiap hari dan seperti menjadi suatu beban yang tidak kunjung hilang. Saya berumur 30 tahun di akhir tahun 2006 ini, telah selama bekerja 6 tahun pada salah satu perusahaan swasta.Memang di perusahaan ini para karyawan didaftarkan ke Jamsostek, tapi terus terang saya tidak begitu mengerti perlindungan apa yang kita dapat dari program ini, dan juga saya mendengar perlakukan tidak simpatik dari petugas rumah sakit dan instansi lainnya kepada karyawan yang menggunakan fasilitas ini.

Keadaan perusahaan yang tidak dapat diprediksi ke depan, saya juga tidak yakin apakah perusahaan ini akan tetap exist 2-5 tahun mendatang. Bila waktunya tiba perusahaan bangkrut/failit, dan harus mem-PHK karyawannya, maka matilah saya…. Atau jika saya melakukan kesalahan tidak peduli apakah kesalahan itu besar atau kecil, disengaja atau tidak sengaja yang konsekuensinya di PHK. Kemana saya harus pergi?. Saya yakin tidak akan mendapatkan pekerjaan dengan mudah, mengingat keadaan negeri ini yang semakin hari morat marit dan lapangan kerja menjadi sulit. Apalagi usia saya tidak muda lagi, dan tentunya tidak semudah kalau saya berumur 24-27 tahun. Dimana untuk range usia ini dapat mendapat pekerjaan agak lebih mudah pada Entry position. Tapi untuk pelamar yang berumur 30-40 tahun maka jabatan yang diincar tidak akan Entry point lagi tapi lebih ke jabatan manager atau supervisor. Tetapi sekali lagi berapa buah jabatan manajer yang lowong pada setiap perusahaan? Paling satu atau dua.

Seperti yang terjadi pada tahun 1997-1998 di puncak krisis moneter. Banyak sekali perusahaan yang mem-PHK karyawannya. Untuk jabatan OB (office boy) mungkin lebih mudah mendapatkan pekerjaan kembali yach paling jadi pelayan restorant, hitung-hitung downgrade dari bersih-bersih di gedung bertingkat sekarang tetap “bersih-bersih” di restoran pinggir jalan. Lha kalo dulunya seorang manajer terus di PHK dan mengharapkan pekerjaan lain, masak jadi OB, downgrade nya curam banget! Freefall kali. Maka seperti yang kita baca di koran-koran banyak mantan manajer ini yang jadi gila dan stress.

Karyawan BUMN

Lain halnya dengan teman-teman saya yang bernasib baik dapat bekerja di Perusahaan BUMN , pegawai negeri atau perusahaan yang “Well established” lainnya. Dimana jaminan kesehatan dan dana pesiun diatur dengan jelas. Mereka tidak perlu was was toch semua telah dan akan di tanggung oleh perusahaan. Seperti Pertamina, PLN, Telkom yang memberikan jaminan kesehatan dan hari tua kepada karyawannya.

Nggak mungkin khan kalo PLN atau PLN tiba-tiba bangkrut? Walaupun bangkrut seperti PT Dirgantara Indonesia (DI) tetapi pesangon yang besar telah menanti mereka.

Life is so fragile

Tapi ketika saya melihat diri saya sekarang, betapa “fragile” -nya hidup saya. Sewaktu-waktu dapat hancur lebur dikarenakan mungkin saya sakit parah, kecelakaan, dipecat, atau perusahaan dimana saya bekerja jatuh bangkrut. Yach memang semuanya kita serahkan saja kepada Tuhan Yang Maha Esa, Rezeki itu telah di atur, Tetapi saya lebih banyak berfikir realistis!. Kalo saya dipecat tentunya gaji bulanan saya terhenti, tentunya juga keuangan saya akan memburuk  Dari mana uang untuk membayar cicilan KPR, uang makan bulanan, biaya sekolah anak-anak, tagihan listrik, tagihan PAM, dan biaya hidup lainnya?. Mungkin saya mempunyai tabungan emergency tapi uang tabungan ini bertahan sampai kapan? Apakah cukup sampai saya dapat pekerjaan baru, atau bila tabungan saya habis, maka tidak ada pilihan kecuali menjual barang-barang, jual TV, jual kipas angin, jual tempat tidur, jual kompor, jangan-jangan akhirnya jual istri, kalo jual diri rasanya nggak mungkin, Tante girang mana yang mau memakai jasa saya dimana saya tidak ganteng lagi dan tubuh saya tidak lebih menarik dari suami-suami mereka (baca: gendut). dan dipastikan saya berada di ambang kehancuran.

Kalau saya terkena kecelakaaan atau sakit keras, waduh dari mana saya bisa membayar biaya pengobatan saya? Biaya rumah sakit aja puluhan juta bahkan ratusan juta. Bagaimana jika sakit saya agak bonafite kaya’ sakitnya orang kaya: Jantung, Liver, Gagal ginjal, stroke dan penyakit “keren” lainya.

Insurance, no way!

Ada teman yang menyarankan untuk masuk asuransi jiwa dan kesehatan, sehingga bila kita sakit atau meninggal maka asuransi dapat menanggung semua biaya yang timbul. Tetapi ada juga yang mempunyai statement, buat apa masuk asuransi bila nanti kita Claim maka pihak asuransi akan berusaha sekeras mungkin untuk menolak claim dengan alasan ini itu. Dan pada akhirnya uang kita tidak bisa diambil kembali. Atau the worse case, perusahaan asuransinya failit seperti yang terjadi pada Prudential beberapa waktu yang lalu.

Life day to day

Akhirnya saya berkesimpulan menjalani hidup ini dari hari ke hari saja. Kita masih hidup hari ini syukur, masalah besok?, “tak” pikirin ntar. Bisa makan enak hari ini yach nikmati aja, mungkin besok udah nggak bisa makan lagi, bisa jadi karena tidak ada uang untuk membeli makanan atau sakit keras dan tidak bisa makan atau sudah ada di liang kubur (pasti dong nggak butuh makan lagi).

Hidup hanya dari hari ke hari tanpa harapan tanpa masa depan…hanya menanti nasib dan takdir dari Tuhan, iya kalau pun Tuhan masih mempunyai belas kasihan kepada hidup ini tapi kalau tidak yach…. L

Nasib Bangsa Terjajah

July 5th, 2006 by bruyant76

Peristiwa-peristiwa ini terjadi di tahun 2000-an

“Hanya dua langkah berselang setelah saya meninggalkan ruangan mewah Hotel Ambhara di kawasan Blok M. Agak kaget memang melihat pamandangan yang begitu kontras, di dalam saya menyaksikan puluhan bule lagi bersenang-senang di bar, minum wiski, menghisap cerutu Cuba, menyodok bola putih di meja billyard nan hijau dan sesekali mencolek pant** si pelayan bar berwajah melayu. Tetapi apa yang saya lihat diluar hotel ini, puluhan abang-abang tukang bajaj menunggu penumpang sembari menghapus keringat dengan harapan akan mendapat uang “gocengan” dari jasa pengantar penumpang….. Diseberang jalan saya melihat anak-anak jalanan bertelanjang kaki berlari ditengah mobil dan motor sambil mengacungkan tangan meminta uang gopekan. Di sisi jalan yang lain beberapa pedagang asongan berpacu cepat memberikan uang kembalian dari pembeli di mobil yang bergegas berjalan karena lampu hijau telah menyala……

* * * * *

Waktu itu jam makan siang di 2 Gedung kembar Sumitmas di kawasan Sudirman..saya lihat puluhan pegawai lokal lagi menikmati makan siang di semua kantin sederhana. Walau pelu terus mengalir di muka mereka tidak perdulikan asal makan siang cepat terhabiskan dan kembali ke kantor tepat waktu. Terkadang karena seluruh tempat duduk terisi penuh beberapa orang harus duduk lesehan. Hanya beberapa meter dari tempat itu, di sebuah Restorant Jepang, beberapa ekspatriat Jepang berdasi rapi lagi menikmati “Terayaki” di iringi alunan musik lembut dan deraian angin sepoi-sepoi ruang ber-AC…

* * * * *

Seorang buruh sebuah pabrik milik Korea di kawasan Cibitung, sedang diomelin atasan seorang Korea karena tidak becus bekerja. Sang bos Korea ini dengan bahasa Indonesia yang sedikit “keseleo” meng-gobrok-goblokkan dan meng- anj**ng-anj**ngkan si buruh Indonesia tadi. Tanpa perlawanan si buruh Indonesia hanya mengangguk-angguk meng-iyahkan semua perkataan tidak senonoh dari si Korea tadi. Di pabrik ini buruh-buruh Indonesia harus bekerja lebih dari 10 jam sehari melebihi waktu kerja 40 jam per minggu dari Depnaker dan ironisnya mereka mendapat gaji yang hampir “nyerempet” batas UMR. Kebijaksanaan Perburuhan yang selalu memihak kepada kepentingan pengusaha dan dengan “dalih” memberikan kemudahan untuk penanaman Investasi asing. Secara nyata semua kebijaksanaan ini semakin menyengsarahkan buruh, seperti pambatasan hak untuk mendirikan atau bergabung dengan syarikat pekerja, tidak adanya kepastian perlindungan kesehatan, pesangon bila di PHK, dan kesejahteraan hari tua. Lain halnya dengan Pemerintah Perancis, setelah dilanda dengan demonstrasi besar-besaran dari buruh, President Jacques Chirac  yang memang berpandangan Sosialist membatalkan rencana UU perburuhan yang kontravesial itu. Tapi tidak terjadi di Indonesia, walau ribuan buruh berdemonstasi menentang revisi UU No.13/2003, Wapres Jusuf Kalla yang memang berpandangan Kapitalis bersikukuh untuk tetapi menjalankan revisi ini.

* * * * *

Masih segar diingatan kita seorang TKW Indonesia yang disiksa oleh majikannya di Malaysia. Tidak diberi makan apalagi gaji. Sehingga banyak TKW yang pulang ke kampung halaman dalam keadaaan sekarat atau gila. Setiap tahunnya Indonesia “mengeksport” ribuan orang TKW dan TKI tanpa dibekali dengan keahlian khusus kecuali menjadi pembantu rumah tangga dan sebagai buruh kasar di perkebunan kelapa sawit. Tidak banyak dari TKW ini, untuk menutupi biaya hidup mereka “nyambi” sebagai pelac***r atau memang agenda mereka keluar negeri hanya untuk menjalani pekerjaan ini.

* * * * *

Banyak kita lihat ekspatriat asing yang bermewah-mewah di sini, dengan segala fasilitas dari kentor dimana dia bekerja. Dari kebutuhan pribadi, anak, istri sampai makanan ANJ**NG peliharaannya di tangung kantor. Mereka hidup di apartement mewah dengan beribu fasilitas dan kesenangan. Menghabiskan malam minggu mereka di cafe atau diskotik mahal. Berlibur ke Bali atau Singapore setiap saat. Mendapatkan jatah cuti 3 bulan setahun belum terhitung untuk Cristmas dan Newyear Holiday. Mungkin mereka mendapatkan kehidupan yang lebih mewah dibandingkan mereka ada di negara asal. Coba kita lihat pegawai Indonesia yang bekerja di perusahaan yang sama, dangan gaji 1 ½ juta sebulan harus menghidupi anak-istri. Jatah cuti hanya 12 hari setahun. Harus datang tepat waktu pada jam 8.30. Selalu giat bekerja dengan harapan di akhir tahun dapat bonus tambahan.

* * * * *

Sewaktu melintas di Jalan Terogong Pondok Indah, Puluhan anak-anak bule menuntut ilmu di sebuah Sekolah international asuhan Pemerintah USA. Dengan bermacam fasilitas dan sistem pendidikan mukhta’ahir diharapkan pelajar ini dapat menjadi anak-anak yang pintar. Guru-guru yang khusus didatang dari Amerika dan negara asing akan selalu setiap untuk membimbing anak-anak ini. Setiap pagi dan sore di antar-jemput oleh mobil-mobil mewah. Tidak jauh dari itu banyak anak-anak Indonesia yang notabene “empuhnya” negeri ini, harus putus sekolah karena orang tuanya tidak bisa membiayai pendidikan mereka. Kalau pun sekolah di SD Inpress dengan dinding yang hampir roboh.

* * * * *

Makin hari hutang luar negeri terhadap badan keuangan asing seperti IMF, UNDP, ADB semakin “meruju”. Hasil kalkulasi independen, hutang ini tidak akan dapat lunas walau untuk 3 generasi mendatang. Beberapa badan keuangan ini mengintervensi kebijaksaaan interen negeri ini, seakan pemerintah kita hanyalah “boneka” permainan mereka.

* * * * *

Kekayaaan alam Indonesia dikuras habis oleh perusahaan asing yang berlindung dari kebijaksanaan “profit sharing”, yang nyata-nyata hanya menghisap madu “alam” Indonesia tanpa memberikan nilai tambah kepada penduduk Indonesia. Ribuan ladang minyak dieksploitasi, namun harga BBM tetap melambung. Tanah Riau yang kaya minyak (Nomor Polisi kendaraan Riau adalah “BM” yang berarti “Banyak Minyak”) di ‘sedot” habis untuk kepentingan perusahaan asing seperti Caltex, Total, BP, Conoco dll, tanpa ada timbal balik dengan penduduk lokal. Sangat tragis memang, Propinsi Riau yang kaya minyak tapi prosentasi IDT ( Inpress Desa Tertinggal) cukup besar. Tanah Papua yang mengandung ton emas dan perak digaruk habis oleh Freeport tanpa memberikan “added value” kepada rakyat Papua, yang kian hari nasib tidak lebih baik. Wajar bila terjadi penomena “disintegrasi” di daerah-daerah ini. Kemanakah semua uang keuntungan dari sumber daya alam ini, tak lain hanya lari ke negara-negara asing dan sedikit ke “kocek” oknum-oknum pejabat korup.

Peristiwa-peristiwa ini terjadi di tahun 1700-1943

Mijnheer en Mevrouw, Sinjo en Noni Belanda bercengkramah gembira di sebuah restoran. sedang di luar kaum pribumi bermandikan keringat menyabit rumput dan mengerjakan pekerjaan kasar lainnya.

Bila si Mijnheer dan si Mevrouw berjalan berpapasan orang-orang pribumi ini, mereka akan membungkuk dengan hormatnya sambil berkata : “TABEEK MENIIRRR……!” TABEEEEK NNDOROOO…..!

* * * * *

Seorang kakek harus kehilangan gigi satu-satunya hari itu karena ditendang oleh seorang perwira jepang di sebuah kamp kerja paksa Romusha. Dan ribuan orang-orang sakit dan meninggal dalam kondisi yang mengerikan karena perlakuan buruk oleh Tentara Jepang.

* * * * *

Ribuan gadis-gadis Indonesia dinodai kegadisannya oleh pasukan tentara Jepang yang dijadikan sebagai Jugun ianfu. Kemudian di kirim ke Birma. Philiphina dan negara lain untuk pemuas nafsu tentara di front lain.

* * * * *

Sinjo dan nony-nony Belanda pergi ke sekolah yang mewah dengan guru-guru yang spesial didatangkan dari Holland. Setiap pagi dengan gembira bernyanyi.

Wilhelmus van Nassauwe….ben ik, van Duitsen bloed….den vaderland getrouwe……

Sementara di luar gedung sekolah anak-anak pribumi dengan bertelanjang kaki belajar di bawah pohon beralaskan tanah atau dikirim ke pesantren-pesantren yang hanya belajar “ngaji”.

* * * * *

Kekayaan Tanah Indonesia dikeruk habis oleh VOC dan pemerintah Dutch East Indies, untuk memperkaya negeri Belanda yang besarnya “seujung kelingking”. Sehingga mereka bisa mendirikan bendungan (dam) sekeliling pantai dan menimbun laut sehingga dapat ditempati manusia.

Jadi apa bedanya dulu dan sekarang.?

Tidak ada beda antara dulu dan sekarang, Bangsa Indonesia tetap sebagai BANGSA TERJAJAH !!. Mungkin secara de jure, Indonesia telah resmi diakui PBB sebagai Bangsa yang merdeka sejak tahun 1949 namun apa yang terjadi di kehidupan sehari-hari tidak jauh beda dari 300 tahun yang lalu…

Apa yang dialami oleh kakek buyut kita sama yang menimpa kita sekarang, memang nasib kita tidak pernah berubah…. L

* * * * *

Uruslah SIM anda dengan Calo…

June 29th, 2006 by bruyant76

“ Waktu itu saya baru memasuki lapangan parkir sebuah gedung tempat pengurusan SIM di kawasan Daan Mogot. Tiba-tiba saya dihampiri oleh segerombolan orang, “ Mao buat SIM pak?, sama saya aja, murah kok dan cepat” tanya salah satu dari mereka. “Emang berapa duit buat SIM C? Tanya saya. “ Ngak mahal kok 400 ribu aja…………….”.

Tentunya anda bertanya-tanya siapakah orang-orang ini?, apakah mereka petugas polisi, tentu tidak karena mereka tidak berpakaian seragam, Apakah mereka petugas resmi gedung ini, tidak juga jawabnya karena saya lihat tidak ada tanda pengenal tergantung di dada mereka…

Oh… kemudian saya berpikir…..mereka itu ….adalah …. C A L O.

Dan biaya yang mereka sebutkan 400 ribu? Apa nggak salah?. Sebenarnya biaya resmi pengurusan SIM C contohnya adalah sebesar Rp 52.500 yang di setor ke kas negara melalui bank yang ditunjuk. Dan beberapa daerah kepolisian menetapkan ada biaya tambahan seperti biaya pembuatan surat kesehatan (Rp 10.000), dan asuransi (Rp 15.000), jadi total hanya Rp. 77500.

Lha kenapa kok calo tadi menetapkan biaya 400 ribu?.

Kembali ke cerita saya, “Nggak mas… saya akan urus sendiri di dalam, terima kasih” tolak saya halus. Saya menuju ke dalam gedung itu. Di bagian depan gedung saya tidak menemukan pengumuman bagaimana prosedur pengurusan SIM dan tidak ada petugas iyang membantu atau memberikan informasi. Tentunya bagi orang yang pertama kali datang akan bingung bagaimana saya harus pengurus SIM. Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan jasa calo. Walau dengan jelas di pintu masuk gedung ini terpampang jelas tulisan “ JANGAN MENGGUNAKAN JASA CALO”.

Organized Calo

Rupanya calo-calo ini terorganisasi dengan rapi, mereka bekerja secara tim yang solid. Mereka berbagi tugas. Ada yang menyambut “korban” (kata “korban” kurang tepat, karena pengguna jasa tidak dirugikan dalam hal ini, ok, mungkin “Client” yang paling tepat) di parkiran atau even di pinggir jalan, kemudian kalau client ini akan diantar oleh orang lain untuk menerima sejumlah uang jasa yang telah disepakati. Orang ini yang akan mengantar anda untuk membayar sejumlah uang di loket bank yang ditunjuk. Sepertinya satu tim yang beranggotakan 3-5 orang ini ada bossnya yang mengkoordinasi kegiatan anak buahnya. Mungkin 2-5 boss ini dibawahi oleh 1 orang petugas (Red. Orang Dalam = backing).

Test tertulis & Praktek

Kemudian client akan diantar oleh orang lain untuk mengikuti test kesehatan dan test tertulis. Kadang-kadang seorang client bisa tidak lulus ujian tertulis dan “Sim salah bim” si client ini dapat “diluluskan” oleh petugas calo ini. Begitu hebat kesaktian si calo ini… Tetapi bila anda mengikuti prosedur sebenarnya dalam arti tidak pemakaian jasa calo, anda dapat tidak lulus ujian tertulis ini, dan biasanya anda akan diminta untuk datang lagi seminggu atau 2 minggu kemudian. Selanjutnya untuk client yang menggunakan jasa calo, tidak harus mengikuti ujian praktek, dimana aplikan diharuskan mengemudikan kendaraan mobil/motor di are khusus dengan prosedur yang benar-benar sulit. Tetapi untuk anda yang benar-benar mengikuti prosedur jangan harap anda dapat lolos dari ujian praktek ini, satu centimeter saja anda melewati garis batas maka anda akan dinyatakan TIDAK LULUS.

Ambil photo

Setelah ini client akan diantar ke ruangan untuk ambil sidik jari dan di photo, selesai dech… Lain halnya bila anda sendiri tanpa bantuan calo, tidak ada informasi sedikitpun di ruangan mana anda harus ambil photo?, bertemu dengan petugas mana? Berkas apa saja yang perlu diperlihatkan? Dan yang pasti anda akan di “pim-pong” ke sana kemari.

SIM jadi

Selesai di photo dan sidik jari, client bisa menunggu yach.. kira-kira 30 menit sampai 1 jam di tempat yang nyaman tanpa harus antri. Soalnya si calo yang akan mengantri untuk anda. Lain halnya bila anda sendiri, anda harus antri 2-3 jam untuk mendapatkan SIM.

Express Service

Mungkin service calo di atas tergolong standard, ada yang lebih express dan anti –stess lagi. Menggunakan jasa calo/biro jasa seperti Pizza delivery. Jadi si calo akan mengurus semuanya anda tidak perlu datang ke Samsat, tidak perlu ujian tertulis dan praktek,dan ak perlu antri. Cuma datang yach.. 15 menit untuk photo and sidik jari. Dan selanjutnya calo ini akan mengantar SIM anda ke alamat :Delivery Service atau semacamnya dan bisa saja Cash on Delivery. Tentunya biaya jasa calo express ini akan lebih besar dibandingkan dengan yang tadi. Yach seperti pengiriman dengan DHL dibandingkan dengan Normal Airfreight.

Pilih yang mana?

Yach kalo orang “normal” (tidak gila) pasti akan menggunakan jasa calo.Soal kelebihan uang beberapa ratus ribu itu nggak masalah. Khususnya untuk pekerja yang tidak bisa meninggalkan perkerjaanya hanya untuk pengurus SIM. Dengan hanya membayar kelebihan saja kita bisa mendapatkan kemudahan.

Pemerataan Rezeki

Kalau pribadi saya berpendapat yach ..wajar-wajar saja, hitung-hitung  pemerataan rezeki, dan bisa membuka lapangan kerja. Orang-orang yang menganggur daripada berbuat kriminal dapat bekerja sebagai calo. Petugas (Red. Backing) yang gajinya kecil juga dapat tambahan penghasilan dari kegiatan ini. Mungkin nanti akan dibuka Fakultas Percaloan, sehingga akan muncul profesional-profesional yang mahir dalam dunia percaloan. Lulusan fakultas ini akan mengemban gelar “SC”  yaitu Sarjana Calo.Mungkin kata “calo” harus diganti dengan kata yang lebih keren seperti Escort atau Negosiator, atau Public Relation, atau apalah asal jangan calo.Tapi lama-lama saya khawatir juga, apa nanti calo-calo ini dapat menggeser peran polisi? Kalo semua urusan bisa memakai jasa calo.

Terinspirasi dari :

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0205/29/metro/calo18.htm

http://www.suarapembaruan.com/News/2005/10/24/Jabotabe/jab13.htm

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0504/13/0502.htm

Umur Pesawat Maskapai Indonesia

June 23rd, 2006 by bruyant76

Menyambung tulisan sebelumnya tentang Ngerinya naek pesawat… saya menemukan site independen yang menyatakan umur rata-rata armada seluruh maskapai didunia : http://www.airfleets.net termasuk seluruh maskapai lokal Indonesia. Telah saya terlusuri memang kebanyakan armada pesawat telah berumur di atas 20 tahun. Yaitu:

1. Lion Air

17 buah armadanya, rata-rata berumur : 16.8 tahun

Klik disini untuk detail : http://www.airfleets.net/ageflotte/Lionair.htm

2. Batavia Air

24 buah armadanya, rata-rata berumur : 21.8 tahun

Klik disini untuk detail : http://www.airfleets.net/ageflotte/Batavia.htm

3. Adam Air

18 buah armadanya, rata-rata berumur : 18.2 tahun

detail : http://www.airfleets.net/ageflotte/AdamAir.htm

4. Sriwijaya Air

12 buah armada, rata-rata berumur : 24.3 tahun

detail : http://www.airfleets.net/ageflotte/Sriwijaya%20Air.htm

5. Garuda Indonesia

Dari 53 buah armada, rata-rata berumur : 9.9 tahun

Detail : http://www.airfleets.net/ageflotte/Garuda.htm

6.Wings Air

5 armadanya, rata-rata berumur : 22.6 tahun

detail : http://www.airfleets.net/ageflotte/Wings%20Abadi%20Air.htm

7. Indonesia Air Asia (Ex. Awair)

3 armada, rata-rata berumur 18.6 tahun

http://www.airfleets.net/ageflotte/Indonesia%20Air%20Asia.htm

8. Malaysia Air Asia

30 armada, rata-rata 14 tahun

http://www.airfleets.net/ageflotte/AirAsia.htm

9. Mandala Airlines

8 armada, rata-rata berumur 23.2 tahun

http://www.airfleets.net/ageflotte/Mandala%20Airlines.htm

10. Merpati Nusantara

15 Armada, rata-rata berumur 22.1 tahun

Detail : http://www.airfleets.net/ageflotte/Merpati.htm

11. Bouraq Indonesian Airlines

2 armada, rata-rata 25.4 tahun

http://www.airfleets.net/ageflotte/Bouraq%20Indonesia%20Airlines.htm

11. Jatayu Air

3 armanda, rata-rata 25.9 tahun

http://www.airfleets.net/ageflotte/Jatayu%20Air.htm

Mari kita bandingkan dengan umur armada maskapai tetangga kita :

1. Malaysia Airlines

dari 96 armada, rata-rata 10.7 tahun

http://www.airfleets.net/ageflotte/Malaysian%20Air.htm

2. Singapore Airline

106 armada, rata-rata berumur 6.4 tahun (hampir pesawat baru semua, bukan bekas!)

http://www.airfleets.net/ageflotte/Singapore%20Airlines.htm

10 misteri pikiran telah terkuak

June 21st, 2006 by bruyant76

disadur dari Men’s Health Photographs by: Josef Astor

"Waduh kunci mobil di mana yach?. Padahal kemarin gue taroh disini………………"

1. Bagaimana suatu ingatan tercipta

Contoh bila kita bertemu dengan seseorang wanita. Pertama kali kita melihatnya, kita akan melihat panjang rambutnya, betapa merdu sapanya, schen shampo yang ditebarkan oleh rambutnya. Tahap ini kita memasuki tahap pembukaan. Hippocampus, suatu area pada otak yang berbentuk kuda laut akan mencitra memori secara temporer. Semua memori harus melewati gerbang ini sebelum tersimpan pada pikiran anda. Tetapi Hippocampus ini hanya sebagai tempat penampungan sementara sebagai langkah pertama dari proses yang kompleks. Dan bila ingatan ini terhapus tetapi tetap akan meninggalkan beberapa sensor yang tersebar di otak kita. Sehingga bila nanti anda berpikir tentang wanita ini atau mendengar namanya, melihat wajahnya lagi, mencium harum rambutnya lagi, maka semua komponen yang tersebar di otak kita akan terbangkit lagi.  Seperti cookies pada temporary internet files, kita akan lebih cepat mendownload site yang telah pernah kita kunjungi sebelumnya walau tidak semua file yang ada di site ini disimpan dalam harddrive pc.

2. Mengapa kita tidak ingat waktu dilahirkan?

Mungkin kita perpikir sesuatu yang begitu tragis seperti saat dilahirkan tentu akan meninggalkan kenangan yang sangat berarti dalam pikiran kita. Tetapi nyatanya kita hanya bisa mengenang hingga waktu kita berumur 5 tahun. Kenapa ini terjadi?. Ini disebabkan oleh suatu bagian otak yang disebut Myenin, sekumpulan syaraf otak yang membantu menyalurkan sinyal informasi. Sebelum usia 5 tahun, otak anak mengandung sedikit myelin sehingga informasi yang didapat tidak bisa disimpan dalam memori.

Pendapat lain mengatakan, Ketika kita belajar berbicara, kita tidak lagi mengakses memori yang tercipta pada masa preverbal kita (masa sebelum kita bisa berbicara).

3.  Seberapa besar memori manusia dibandingkan dengan Super Computer (iMac)

Otak manusia mempunyai lebih dari seribu kali kapasitas memori dari komputer yang paling canggih saat ini (walau dipredisikan sampai dengan perkembangan PC tahun 2020). Berbeda dengan memori komputer yang menyimpan data pada satu tempat khusus, otak manusia menyimpan memori pada banyak tempat yang disebut Neuron (sel otak). “Ini berarti bila terjadi kerusakan pada beberapa neuron tidak akan mengakibatkan kehilangan memori” kata David Leake, Ph.D, seorang profesor ilmu komputer di Universitas Alabama.

4. Bagaimana testosteron bisa membantu anda mengingat?

Enzim testosteron sangat membantu membangun suatu memori seperti hal enzim ini dapat membantu binaragawan membentuk otot mereka. Pada studi Universitas Health & Science Oregon USA,  pasien yang meminum obat yang dapat menghambat produksi testosteron akan mengalami kelambatan dalam memprosesan memori verbal dibandingkan dengan orang yang tidak meminumnya.  “Suatu studi terhadap hewan menunjukkan bahwa bila testosteron di ambil semuannya, akan mengakibatkan hilangnya koneksi antara neuron” kata Heri Janosky, Ph. D, seorang profesor studi prilaku neuron dan coauthor.

5. Apa yang dimaksud “Amnesia”?

Lupakan apa yang anda tonton di telenovela atau sinetron, “Amnesia Retograde”, atau blackout total/kehilangan semua ingatan yang banyak ditampilkan dalam sinetron adalah sangat jarang terjadi” kata Alan Baddeley, Ph. D, penulis buku Your Memory : A User’s Guide. Bila memang Amnesia total ini terjadi, disebabkan oleh trauma psykologi daripada karena benturan keras pada kepala. Cedera kepala lebih akan mengakibatkan “Amnesia Anterograde” atau amnesia kecil, seperti yang dapat dilihat pada film “Momento”. “Anda dapat berbicara kepada orang yang terkena amnesia ini, dia bisa menyebutkan nama anda, dan meneruskan pembicaraan dengan anda” kata Michael Stadler, Ph.D, seorang profesor psykologi Missouri, USA. “ Tetapi bila anda meninggalkan ruangan dan kembali dalam 10 menit, orang ini tidak dapat mengingat anda.”

6. Kenapa kita tidak pernah lupa naik sepeda?

Ketika seorang anak belajar bersepeda, akan tercipta 2 memori, pertama memori explicit yang merekam warna dan bentuk sepeda dan perasaan bersepeda tanpa dibantu. Memori Implicit, sebaliknya akan mengingat mekanisme badan anak untuk bisa seimbang pada saat bersepeda, “ini kadang juga disebut dengan “Muscle memory” atau memory otot” kata Janet Gibson, Ph. D, seorang profesor psykologi Grinnell College, Iowa USA. Walaupun nanti memori explicit hilang, memori implicit akan terus ada.

7. Kenapa hipnotis terjadi – Kadang-kadang

Bukan karena anda tidak dapat mengingat suatu kejadian, nama atau wajah seseorang, tidak berarti semua itu tidak ada dalam ingatani anda. Sebenarnya memori itu tetap ada dan bisa di bawah kembali melalui hipnotis. Ini karena otak kita mempunyai suatu batas dimana suatu memori dapat dikaterogikan memori yang utuh. Dan hipnotis dapat memperendah batas ini, sehingga ingatan yang dibawah batas dapat diingat kembali (walau tidak hal ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah). Bagian-bagian dan ingatan yang belum lengkap ini tidak dapat di kenali pada saat anda dalam keadaaan sadar tetapi dapat ditarik pada saat anda terhipnotis.

Hipnotis seperti menyingkirkan kontrol internal anda, ketika batas ingatan diperendah, kontrol pikiran anda sangat rendah, sehingga anda dapat melakukan seperti penghipnotis katakan, seperti, “Berkotek seperti ayam!” dan anda akan mengingat perkataan penghipnotis ini sebagai ingatan anda.

8. Kenapa kita (selalu) lupa meletakan kunci

Tidaklah mungkin dan tidak praktis untuk mengingat setiap detail dari kehidupan sehari-hari. Jadi otak kita membuat generalisasi ingatan, yang disebut Schemata. Contoh dari pada mengingat bentuk setiap apel yang pernah kita makan, otak akan menciptakan schemata tentang apel, keras, merah dan manis. Sama halnya dengan kunci, daripada mengingat tempat dimana kunci diletakkan, otak akan menskemakan tempat dimana kunci selalu diletakan, misalnya laci, Otak akan membuat skema , Kunci = laci. Sehingga akan sukar mengingat lokasi lain yang tidak sesuai dengan formula di atas.

Biasanya orang yang sering lupa meletakkan suatu, karena dia tidak mempunyai tempat khusus untuk barang tersebut. Atau seorang ibu yang sering lupa dimana meletakan dompetnya, karena dia selalu berganti-ganti tempat meletakkannya dikarenakan (misalnya) sang anak selalu mencuri uangnnya.

9. Bagaimana mempertahankan ingatan anda?

Secara statistik, kehilangan memori disebabkan oleh proses penuaan (aging) kata Baddeley. “ Anda akan mengalami menurunan kemampuan memproses dan menyimpan informasi baru, khususnya informasi arbritrary, seperti nama orang. “Salah satu cara adalah meminta pertolongan dari indra penglihatan anda. “ Indra penglihatan menempati sekitar 60% dari area otak” kata Frank Felberbaum, seorang ahli memory training dan penulis buku The businese of memory. Jadi bila anda ingin mengingat nama seseorang, jadikan gambaran visual dan dihubungkan dengan penampilan orang tersebut.

Ngerinya naek pesawat…

June 20th, 2006 by bruyant76

Ngerinya naek pesawat…

“Dengan tiba-tiba mesin pesawat berderu kencang dan laju pesawat semakin cepat… cepat… cepat , badan terhentak kebelakang, terasa getaran-getaran hebat.. dan  landasan pacu semakin dekat dengan batasnya… tapi kok pesawat tidak berajak dari cengkraman bumi…………..”

Saat-saat ini lah yang paling menakutkan dalam hidup saya.. sewaktu pesawat tinggal landas (take off). Jangan-jangan gagal take off dan akan terhempas kembali menimpah rumah-rumah penduduk seperti yang menimpah Mandala air di Polonia. Lega rasanya bila dipastikan pesawat dapat mengangkasa dengan sempurna, tetapi ini juga bukan akhir dari semuanya, bahaya dan maut tetap menanti kita sepanjang perjalanan. Memang kenapa kita selalu diingatkan untuk “Fasten your seat belt while takeoff and landing”, karena sebagian besar terjadi kecelakaan terjadi pada saat takeoff dan landing.

Walau sudah ratusan kali naik pesawat, tapi ketakutan itu selalu ada. Dalam hati kecil ini apakah hari ini adalah hari terakhirku di dunia?. Satu hal yang agak menenangkan hati adalah satu survey yang dilakukan di Amerika Serikat menyatakan bahwa “The safest transportation is airplane”. Kalo kita lihat statistik yach mungkin survey ini benar, berapa kali sich kecelakaan udara setiap tahun, bisa 3 atau 2 kali, atau tidak terjadi sama sekali. Lain halnya dengan transportasi darat yang notabene menduduki peringkat tertinggi perenggut nyawa penggunanya. Tapi saya yakin rasa was-was ini tidak akan anda rasakan kalo naek Angkot khan?, kalo toh angkotnya terbalik atau bertabrakkan kita pikir dengan mudahnya kita menyelamatkan diri. Tapi…. kalo pesawat rusak atao bertabrakan di udara apa kita sempat menyelamatkan diri? Pake parachute aja nggak tahu caranya, kalo perachutenya ada. Kalo nggak ada yach cukup berdoa saja.

Sejak tahun 2000, bisnis penerbangan komersial swasta berkembang pesat setelah terpuruk sejak krisis moneter tahun 1997. Tentunya Lion Air yang sebagai pionirnya disusul dengan Batavia air, Sriwijaya air, Wings air (low end dari Lion air), dan yang terakhir adalah Air Asia yang mengusung konsep LCC ( Low Cost Carrier). Konsep LCC inilah memungkinkan penerbangan menekan ongkos operasi dan yang berdampak turunnya harga tiket. Bagi calon penumpang maskapai LCC ini jangan berharap akan mendapat perlakuan seperti pada maskapai “traditional” lainnya. Tidak ada pramugari yang melayani anda di cabin, tidak ada Seat Number yang ditentukan pada waktu check in, jadi siapa duluan masuk bisa duduk dekat jendela atau paling depan dekat pilot (biar duluan sampai kali..??) dan bila anda lapar atau haus beberapa macam Snacks dapat di beli di kantin kecil di pesawat (kayak di Kereta aja).

OK, dengan konsep di atas timbul suatu pertanyaan di benak saya, Apakah faktor Safety di dahulukan? Jangan-jangan untuk mengejar profit maka faktor safety ini di abaikan.

Satu faktor yang saya perhatikan adalah umur pesawat, Dari semua armada airline di atas hanya 1-2 pesawat baru, sisanya adalah pesawat REKON (rekondisi). Beberapa dari pesawat ini buatan tahun1982, artinya sekarang umurnya 24 tahun. Coba bayangkan sebuah mobil yang telah berusia 24 tahun gimana sich bentuknya?. Kebanyakan dari pesawat-pesawat ini disewa dari beberapa maskapai luar yang tidak mao menanggung biaya parkir pesawat di hanggar. Dan memang biaya Parkir pesawat di hanggar lebih besar dari pada kalo pesawat ini beroperasi. Jadi disewain deh ke kita.

Ada yang lucu plus mendebarkan tentang perjalanan hidup satu pesawat. Sejak diproduksi oleh perusahaan Boing tahun 1985, pesawat ini dioperasikan oleh airline lokal Amerikat Serikat. Kemudian ketika tahun 1995 setelah 10 tahun dan waktu operasi dinilai cukup, pesawatnya disewakan lagi ke airline dari negara Amerika Latin. Setelah beroperasi 6 tahun pada tahun 2001 pesawat ini kemudian diambil alih oleh airline swasta Indonesia. Jelas ini terlihat dari beberapa tulisan seperti kencangkan sabuk pengaman dalam bahasa Spanyol. Lha kita menjadi pihak ketiga pengguna pesawat ini, mungkin kata “Bekas” bukan kata yang layak untuk pesawat ini, Maaf kalo saya bilang “Ronsokan”

Secara awam saja, pesawat baru saja bisa mengalami kecelakaan apalagi dengan pesawat yang lebih 20 tahun beroperasi? Yah yang bisa menjawabnya adalah bila terjadi kecelakaan. Memang kita mempunyai Badan yang memberi lisensi kelayakan udara, tapi apakah badan ini independent? Jangan-jangan kayak kita ngurus SIM, STNK atau KIR yang bisa dengan cara “NEMBAK”, sehari jadi.

Jadi sangat tidak aneh bila terjadi beberapa kasus kecelakaaan udara belakangan ini yang kebanyakkan terjadi karena faktor kondisi pesawat.

Daftar_kecelakaan_pesawat_penumpang di Indonesia

2004

2005

2006

  • 11 Februari –Adam Air Boeing 737-300 no register PK-KKE terbang dari Jakarta menuju Makasar. Pesawat naas itu kesasar hingga turun di Tambolaka, Sumba, NTT, setelah terbang selama sekitar tiga jam dari Jakarta sempat kehilangan navigasi. Pilot mengandalkan penglihatan mata dengan terbang rendah (untung siang kalo malam gimana hayo?) Akibatnya 3 jam semua penerbangan dari kota-kota jawa, kalimantan, dan Bali, dan Sulawesi di tunda, takut ketabrak ama pesawat yang nyansar (Kalo nyasar di darat bisa nanya ke orang lha kalo di atas tanya ama siapa??&#&*)($#()^%@#%)

  • 4 Maret - Lion Air Penerbangan IW 8987 dari Denpasar - Surabaya yang membawa 156 orang tergelincir saat mendarat di Bandara Juanda karena cuaca buruk, semua penumpang selamat.

  • 5 Mei - Batavia Air Penerbangan 843 jurusan Jakarta - Ujung Pandang - Merauke setelah beberapa saat mengudara pilot meminta balik ke bandara, pada saat mendarat ban pecah dan pesawat tergelincir di landasan pacu Bandara Soekarno Hatta, 127 penumpang selamat, 4 orang luka-luka.

Dan akan banyak lagi daftar kecelakaan di saat mendatang.

Sebagai orang awam coba kita kalkulasi pendapatan airline dari tiket penumpang. Penerbangan Jakarta Semarang dengan tiket Rp.350.000, jika kapasitas tempat duduk Boeing 737-300 adalah 128 seat dan terisi semua, maka total pendapatan trip Rp. 44.800.000. Jumlah uang sedikit ini apa cukup untuk menutupi biaya penerbangan yang tinggi.

Bensin pesawat, Sewa fasilitas airport, gaji pilot ama pramugari, gaji ground staffs, maintenance, asuransi, dll?.

Jadi wajar kalau beberapa airline yang “mengorbankan” beberapa faktor untuk menutupi rugi. Ya seperti ban pesawat yang harus diganti setelah 1000 x takeoff dan landing diperlama menjadi 1500 x, wajar kalo ban pesawat sering pecah. Atau “bensin” nya pesawat (Avtur) yang dicampur air yang terjadi pada pesawat Boeing 737-200 milik Batavia Air pada 19 oktober 2005 yang lalu. “Kalo motor 2 tak di kasih bensin campur tarikan makin Kuenceng, gak tahu kalo ama pesawat, apa nanti nggak Ndut-ndutan di atas”.

Perhatian pemerintah juga kurang dalam hal ini, mungkin asal pajak masuk pendapatan Negara bertambah, soal factor keselamatan penumpang menjadi agenda ke-13 untuk dibahas, ini sinkron dengan tulisan saya sebelumnya tentang Citizen is state’s asset.

Hanya satu airline yang saya dapat (Sedikit) percaya bahwa mereka mengutamakan faktor safety adalah GARUDA, meski saya tahu maskapai sangat dekat dengan kebangkrutan dan make lost that profit,  tapi saya yakin pemerintah indonesia sebagai pemegang saham utama akan mati-matian menyelamatkan nyan dengan memberikan subsidi agar maskapai ini tetap berjalan. Khan malu kalo garuda kecelakaaan atau jatuh. Lain halnya dengan maskapai swasta yang mati-matian harus survive dalam operasinya. Jadi dapat dikatakan maskapai yang teraman di Indonesia adalah Garuda. Yach kalo mao dibanding dngan Singapore Airlines atao Malaysia Airline jaoh banget bedanya. Tapi kalo dibandingkan dengan maskapai swasta indonesia yang lain, Insya Allah Selamat. Garuda menjual tiketnya lebih tinggi dibandingkan yang lain antara 30 bahkan 100 %. Tapi kalo tarohanya “MATI alias IS DEAD, maka saya lebih pilih bayar kelebihan 300 sampai 500 ribu.

Saya pribadi termasuk pengguna jasa pesawat yang sering dikarenakan pekerjaan saya yang harus travel ke daerah-daerah di Indonesia. Rasa takut itu selalu ada sich, tapi to mati itu di tangan Tuhan di tempat tidurpun kita bisa mati kalo udah waktunya.

Tapi ketika di dalam pesawat di cuaca buruk hujan dan berkabut, badan pesawat bergoncang hebat dan saya lihat keluar sayap pesawat meliuk-liuk seakan mao patah, Sembari berdoa saya berpikir, “Jangan-jangan ini adalah akhir dari hidup saya”…….