For Emergency… Call 911

Accdt

“For Emergency… Call 911” Mungkin  kalimat ini yang selalu dikatakan oleh setiap guru SD di Amerika Serikat kepada anak didiknya. Dan semua orang tahu bila terjadi suatu kecelakaan maka nomor pertama yang akan dihubungi adalah …911.

Seperti yang kita ketahui dan lihat di film-film Holywood, Petugas polisi, Ambulance dan Pemadam kebakaran akan bersegera untuk menyelamatkan orang yang lagi tertimpa kecelakaan. Dan bila perlu sebuah helicopter akan mengantar si korban ke rumah sakit. Walau even bila seekor kucing yang tercebak di cerobong asap, maka satu tim petugas pemadam kebakaran akan berusaha menyelamatkannya.

Kemudian dengan sigapnya petugas rumah sakit di “ER” (Emergency Room) melakukan segala sesuatu untuk menyelamatkan nyawa si korban tanpa harus menanya apakah si korban mempunyai uang atau tidak.

Yang terjadi di Indonesia…..

Apa yang terjadi di sini, anda jangan berharap banyak… ini pengalaman pribadi saya, waktu itu malam minggu kira-kira jam 1, saya memacu sepeda motor di jalanan ibu kota, tiba-tiba saya terhempas ke jalanan dan saya terjatuh terpeleset di aspal keras. Tanpa pertolongan dengan susah saya bangkit mengamati tubuh saya dan menggerakkan semua tubuh saya, untunglah tidak ada yang serius. Rupanya saya bukan satu orang korban di tepi jalan saya lihat ada beberapa pengendara motor juga bernasib sama dengan saya. Setelah diamati di tengah jalan, ada tumpahan oli, rupanya ini yang menyebabkan setiap motor yang melindasnya akan tergelincir.

Tiba-tiba datang 2 orang petugas polisi dengan motor gede putih, dengan tenangnya mereka berkata, “ Gak apa-apa mas?, uda yach kita tinggal dulu soalnya lagi ada anak-anak nge-track di sana”. Kemudian keduanya begitu saja berlalu di hadapan kita.

Lha… tidak seperti yang saya lihat di film-dilm, petugas ini tidak bersegera untuk memanggil ambulance, menghentikan kendaraan dibelakang agar jangan bernasib sama, dan melakukan tindakan preventif lainnya. Tapi apa yang terjadi, That’s it!. Lain bila saya menabrak kendaraan lain, maka ceritanya akan lain

Juga bila terjadi kebakaran di daerah perumahan, petugas pemadam kebakaran tidak sungguh-sungguh dengan cepat menujuh tempat dimana terjadi kebakaran. Pernah waktu itu ada mobil pemadam kebakaran salah masuk lorong sampai 3 kali, mungkin informasi alamat kebakaran yang mereka dapat kurang akurat. Dan sewaktu udah datang, air-nya nggak ada.

Di rumah sakit pasien juga mengalami perlakukan tindakan tidak simpatik, banyak korban yang merenggang nyawa di UGD RS karena tidak cepat ditangani oleh petugas.

Buruknya koordinasi pemerintah bila terjadi bencana seperti Tsunami Aceh, Gempa Jogya, dan Merapi. Sehingga banyak korban berjatuhan…

Citizen is State’s asset..

Kenapa ada perbedaan yang terjadi di negara kita dan di negara maju. Apakah karena mereka lebih kaya dibandingkan kita sehingga mempunyai sistem dan fasilitas yang lengkap. Mungkin iya, tetapi di atas semua itu ada suatu prisip dari negara maju, yaitu : Citizen is state’s asset, Rakyat adalah asset negara. Posisi rakyat adalah penting untuk kelangsungan suatu negara. Sebagian besar pendapatan negara adalah dari pajak yang dibayar rakyatnya. Bila satu orang rakyat meninggal dunia, negara akan kehilangan satu orang pembayar pajak, 1000 orang yang meninggal maka negara akan kehilangan 1000 orang pembayar pajak. Selain itu, negara telah menanamkan investasi yang besar dari pembayar pajak ini. Dari SD sampai dengan Perguruan tinggi, negara telah membiayai pendidikan seorang rakyatn dan bila seorang rakyat meninggal maka semua investasi akan sia-sia. Sehingga negara akan berdaya upaya menyelamatkan 1 nyawa rakyat dengan memberikan pertolongan emergency yang cepat, pelayanan rumah sakit yang baik, dan jaminan sosial yang jelas.

Lain halnya di Indonesia, di sini rakyat adalah beban negara. Sebagian besar dari rakyat tidak membayar pajak, pengangguran, harus di subsidi BBM lha, di subsidi SLT (Subsidi Langsung Tunai) lha, dan subsidi ini subsidi itulah. Sehingga anggaran negara menjadi defisit hanya untuk membiayai hidup rakyatnya.

Jadi dalam hal ini “Semakin banyak rakyat yang meninggal, semakin baik”. Satu orang meninggal, maka negara akan terlepas dari 1 beban.

Maka jelas lah sudah alasan mengapa negara tidak begitu peduli dengan apa yang terjadi dengan rakyatnya. Orang ketabrak Busway, anak-anak yang jatuh dari KRL, kelaparan, anak-anak jalanan, Petugas pembersih gedung yang bekerja dengan gandola tanpa harnace, banjir, polusi, dan lain-lain. Yang lucu.. peraturan pemakaian Safety belt menjadi suatu lahan baru untuk petugas lapangan, ketimbang dari tujuan utamanya untuk tindakan meminimalisasi dampak kecelakaan lalu lintas.

Leave a Reply