Uruslah SIM anda dengan Calo…
“ Waktu itu saya baru memasuki lapangan parkir sebuah gedung tempat pengurusan SIM di kawasan Daan Mogot. Tiba-tiba saya dihampiri oleh segerombolan orang, “ Mao buat SIM pak?, sama saya aja, murah kok dan cepat” tanya salah satu dari mereka. “Emang berapa duit buat SIM C? Tanya saya. “ Ngak mahal kok 400 ribu aja…………….”.
Tentunya anda bertanya-tanya siapakah orang-orang ini?, apakah mereka petugas polisi, tentu tidak karena mereka tidak berpakaian seragam, Apakah mereka petugas resmi gedung ini, tidak juga jawabnya karena saya lihat tidak ada tanda pengenal tergantung di dada mereka…
Oh… kemudian saya berpikir…..mereka itu ….adalah …. C A L O.
Dan biaya yang mereka sebutkan 400 ribu? Apa nggak salah?. Sebenarnya biaya resmi pengurusan SIM C contohnya adalah sebesar Rp 52.500 yang di setor ke kas negara melalui bank yang ditunjuk. Dan beberapa daerah kepolisian menetapkan ada biaya tambahan seperti biaya pembuatan surat kesehatan (Rp 10.000), dan asuransi (Rp 15.000), jadi total hanya Rp. 77500.
Lha kenapa kok calo tadi menetapkan biaya 400 ribu?.
Kembali ke cerita saya, “Nggak mas… saya akan urus sendiri di dalam, terima kasih” tolak saya halus. Saya menuju ke dalam gedung itu. Di bagian depan gedung saya tidak menemukan pengumuman bagaimana prosedur pengurusan SIM dan tidak ada petugas iyang membantu atau memberikan informasi. Tentunya bagi orang yang pertama kali datang akan bingung bagaimana saya harus pengurus SIM. Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan jasa calo. Walau dengan jelas di pintu masuk gedung ini terpampang jelas tulisan “ JANGAN MENGGUNAKAN JASA CALO”.
Organized Calo
Rupanya calo-calo ini terorganisasi dengan rapi, mereka bekerja secara tim yang solid. Mereka berbagi tugas. Ada yang menyambut “korban” (kata “korban” kurang tepat, karena pengguna jasa tidak dirugikan dalam hal ini, ok, mungkin “Client” yang paling tepat) di parkiran atau even di pinggir jalan, kemudian kalau client ini akan diantar oleh orang lain untuk menerima sejumlah uang jasa yang telah disepakati. Orang ini yang akan mengantar anda untuk membayar sejumlah uang di loket bank yang ditunjuk. Sepertinya satu tim yang beranggotakan 3-5 orang ini ada bossnya yang mengkoordinasi kegiatan anak buahnya. Mungkin 2-5 boss ini dibawahi oleh 1 orang petugas (Red. Orang Dalam = backing).
Test tertulis & Praktek
Kemudian client akan diantar oleh orang lain untuk mengikuti test kesehatan dan test tertulis. Kadang-kadang seorang client bisa tidak lulus ujian tertulis dan “Sim salah bim” si client ini dapat “diluluskan” oleh petugas calo ini. Begitu hebat kesaktian si calo ini… Tetapi bila anda mengikuti prosedur sebenarnya dalam arti tidak pemakaian jasa calo, anda dapat tidak lulus ujian tertulis ini, dan biasanya anda akan diminta untuk datang lagi seminggu atau 2 minggu kemudian. Selanjutnya untuk client yang menggunakan jasa calo, tidak harus mengikuti ujian praktek, dimana aplikan diharuskan mengemudikan kendaraan mobil/motor di are khusus dengan prosedur yang benar-benar sulit. Tetapi untuk anda yang benar-benar mengikuti prosedur jangan harap anda dapat lolos dari ujian praktek ini, satu centimeter saja anda melewati garis batas maka anda akan dinyatakan TIDAK LULUS.
Ambil photo
Setelah ini client akan diantar ke ruangan untuk ambil sidik jari dan di photo, selesai dech… Lain halnya bila anda sendiri tanpa bantuan calo, tidak ada informasi sedikitpun di ruangan mana anda harus ambil photo?, bertemu dengan petugas mana? Berkas apa saja yang perlu diperlihatkan? Dan yang pasti anda akan di “pim-pong” ke sana kemari.
SIM jadi
Selesai di photo dan sidik jari, client bisa menunggu yach.. kira-kira 30 menit sampai 1 jam di tempat yang nyaman tanpa harus antri. Soalnya si calo yang akan mengantri untuk anda. Lain halnya bila anda sendiri, anda harus antri 2-3 jam untuk mendapatkan SIM.
Express Service
Mungkin service calo di atas tergolong standard, ada yang lebih express dan anti –stess lagi. Menggunakan jasa calo/biro jasa seperti Pizza delivery. Jadi si calo akan mengurus semuanya anda tidak perlu datang ke Samsat, tidak perlu ujian tertulis dan praktek,dan ak perlu antri. Cuma datang yach.. 15 menit untuk photo and sidik jari. Dan selanjutnya calo ini akan mengantar SIM anda ke alamat :Delivery Service atau semacamnya dan bisa saja Cash on Delivery. Tentunya biaya jasa calo express ini akan lebih besar dibandingkan dengan yang tadi. Yach seperti pengiriman dengan DHL dibandingkan dengan Normal Airfreight.
Pilih yang mana?
Yach kalo orang “normal” (tidak gila) pasti akan menggunakan jasa calo.Soal kelebihan uang beberapa ratus ribu itu nggak masalah. Khususnya untuk pekerja yang tidak bisa meninggalkan perkerjaanya hanya untuk pengurus SIM. Dengan hanya membayar kelebihan saja kita bisa mendapatkan kemudahan.
Pemerataan Rezeki
Kalau pribadi saya berpendapat yach ..wajar-wajar saja, hitung-hitung pemerataan rezeki, dan bisa membuka lapangan kerja. Orang-orang yang menganggur daripada berbuat kriminal dapat bekerja sebagai calo. Petugas (Red. Backing) yang gajinya kecil juga dapat tambahan penghasilan dari kegiatan ini. Mungkin nanti akan dibuka Fakultas Percaloan, sehingga akan muncul profesional-profesional yang mahir dalam dunia percaloan. Lulusan fakultas ini akan mengemban gelar “SC” yaitu Sarjana Calo.Mungkin kata “calo” harus diganti dengan kata yang lebih keren seperti Escort atau Negosiator, atau Public Relation, atau apalah asal jangan calo.Tapi lama-lama saya khawatir juga, apa nanti calo-calo ini dapat menggeser peran polisi? Kalo semua urusan bisa memakai jasa calo.
Terinspirasi dari :
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0205/29/metro/calo18.htm
http://www.suarapembaruan.com/News/2005/10/24/Jabotabe/jab13.htm
December 11th, 2008 at 10:13 am
Blogwalking ..
nice posting i found here,.. thanks for the info